Popular Post

WOW, WALIKOTA LONDON KIBARKAN BENDERA PALESTINA DI DEPAN KANTOR

By : Unknown


Ada yang mencengangkan di kota London, Inggris saat ini. Kantor walikota London mengibarkan bendera Palestina di halaman depannya. Aksi ini dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza, yang telah diserang oleh Israel sejak 7 Juli.

Lutfur Rahman, sang walikota, mengatakan “Kami mengibarkan bendera Palestina di atas balai kota sebagai isyarat kemanusiaan solidaritas kami dengan rakyat Gaza.”

“Selain serangan militer saat ini, blokade terhadap Gaza juga sudah menyebabkan bencana kemanusiaan,” tambahnya.

“Lebih dari 1.000 orang telah tewas, sebagian besar dari mereka wanita dan anak-anak. Koridor bantuan darurat harus dibuka untuk memungkinkan mereka yang terluka bisa menerima pengobatan dan perawatan medis,” kata sang walikota.

“Kami berduka atas hilangnya nyawa dalam konflik tragis ini. Kami menyerukan kepada Perdana Menteri kami (David Cameron) untuk membantu menciptakan perdamaian abadi yang memutus siklus kekerasan antara Israel dan Palestina dan mencegah kerugian lebih lanjut dari nyawa-nyawa yang tidak bersalah.”
lutfur Rahman Hebat, Walikota London Kibarkan Bendera Palestina di Depan Kantor

Namun, orang-orang Yahudi mengecam tindakan walikota itu dan menyebutnya sebagai langkah yang merusak hubungan masyarakat.
“Walikota Rahman harus ingat bahwa dia mengibarkan bendera itu di balai kota Inggris untuk mendukung sebuah organisasi yang dianggap teroris oleh seluruh Eropa dan dunia,” Jonathan Arkush, wakil presiden Dewan Deputi Yahudi Inggris, mengatakan.

“Ini benar-benar tidak pantas. Hal ini juga merusak hubungan antara masyarakat yang ada di ibukota kami,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Partai Konservatif Hibah Shapps mengatakan kepada MailOnline, “Apa yang kita butuhkan adalah gencatan senjata segera dan bantuan kemanusiaan, bukan tindakan kosong, seperti mengibarkan bendera.” [sa/islampos/wb]
Tag : ,

THE ONLY WAY TO MAKE FREE PALESTINE | AYYASY YAHYA

By : Unknown

Almost a month, more than 28 days, Gaza under attack

Mmmmm..

We knew that Israel has been occupied Palestine land since 1948

We knew that Israel use forbidden weapon to attack Palestinian

We knew that Israel grabed Palestine land time by time, step by step

We knew that Israel considered, just their nation who proper to stand in this world, no proper nation to live except them

We knew that Israel are scared toward children and women, so.. they kill them everyday

We knew that Israel has been done embargo Palestine for long time ago

We knew that Israel has been broken more than 7 international agreement, included of many negotiation. All the way have been tried, but.. it's ponitless

We knew that Israel has a big power, his buddy, his name is USA goverment. So, all the way have been tried to create Free Palestine by many country leaders, but.. it was pointless. They already frustrated of it.

We knew that Palestinians just fighting for homeland back, but, it's not comparable, what do Palestinians use to do??? Just rock for against!
They don't like deserved to live..
In fact,

They need school
They need business
They need eating
They need communication
They need LOVE.....
They are human like US
Finally, We got conclusion that Israel won't let Palestinian free and live
So, the only way to make Free Palestine are keep support Gaza and pray for them. We can try it right now 

Ayyasy Yahya
SMAIT As Syifa Boarding School
@AyyasyYahya29
Tag : ,

SURAT TERBUKA PRESIDEN SBY KEPADA PARA PEMIMPIN DUNIA TENTANG KRISIS KEMANUSIAAN DI GAZA

By : Unknown



Nama saya Susilo Bambang Yudhoyono. Saya seorang muslim yang mencintai keadilan, dan yang sekaligus mencintai kedamaian, kemanusiaan dan demokrasi. Hampir sepuluh tahun ini saya memimpin Indonesia, dan beberapa bulan mendatang saya akan mengakhiri tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kemarin, setelah pagi harinya bersama rakyat Indonesia merayakan ldul Fitri dengan tenang dan damai, sebuah hari keagamaan yang agung bagi umat Islam, sepanjang malam saya tidak bisa memejamkan mata saya. Melalui tayangan televisi nasional dan internasional, hampir setiap menit, saya menyaksikan jatuhnya korban jiwa di Gaza akibat kekerasan dan aksi-aksi militer yang tengah berkecamuk. Hampir semua yang tewas dan yang Iuka-Iuka adalah mereka yang tidak berdosa, tidak berdaya dan tidak bisa menyelamatkan diri dari desingan peluru dan bom-bom maut pencabut nyawa.

Isak tangis ibu-ibu yang kehilangan putra-putrinya, serta jeritan anak-anak yang tiba-tiba kehilangan orang tuanya, sungguh menusuk relung hati saya yang paling dalam. Saya yakin, siapapun dan bangsa mana pun hampir pasti akan mengalami kesedihan dan kepiluan yang sama menyaksikan tragedi kemanusiaan yang tak terperikan itu.

Sebagai seorang Presiden yang saat ini tengah memimpin sebuah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, tentu saya tidak hanya bersedih dan marah. Hingga saat ini saya juga aktif melaksanakan diplomasi beserta para menteri dan diplomat Indonesia, termasuk dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, tetapi situasi yang ada di Gaza kenyataannya bertambah buruk. Oleh karena itu, dari Jakarta, saya harus meneriakkan seruan moral kepada seluruh bangsa di dunia, utamanya para pemimpin dunia, dan utamanya lagi kepada pemimpin Israel dan Hamas, untuk segera menghentikan kekerasan dan tragedi di kawasan itu. Dengan seruan ini saya berharap para pemimpin dunia segera mengambil tanggung jawab bersama dan benar-benar bisa melakukan atau "memaksakan" gencatan senjata dan mengakhiri operasi-operasi militer yang nampaknya makin tidak pandang bulu.

Gencatan senjata itu mesti dilaksanakan sekarang. Bukan besok, apalagi lusa. Dengan gencatan senjata, berarti serangan Israel melalui udara, laut dan darat harus segera dihentikan. Demikian pula tembakan-tembakan roket dari pihak Hamas mesti diakhiri, agar aksi balas membalas atau siklus kekerasan tidak terus berlanjut. Tindakan para pemimpin politik dan militer untuk melanjutkan operasi-operasi militer saat ini hanya akan makin menambah jatuhnya korban jiwa, termasuk anak-anak, kaum perempuan dan golongan lanjut usia.

lni semua sudah menabrak hukum, moral dan etika perang, yang harus dijunjung tinggi di sebuah dunia yang beradab.

Meskipun saya seorang muslim, saya tidak melihat masalah ini dari segi agama. Saya tidak mengaitkan pikiran dan seruan saya ini dengan Islam, Yahudi, Kristen, Katolik dan agama atau keyakinan apa pun. lsu yang kita hadapi ini adalah isu tentang kemanusiaan, moralitas, hukum dan etika perang, serta tindakan dari pihak mana pun yang telah melebihi kepatutannya. Tragedi kemanusiaan dan penderitaan manusia yang tak terperikan ini juga berkaitan dengan rasa tanggung jawab dari para pemimpin, yang baik langsung maupun tidak langsung telah membuat tragedi kemanusiaan ini terus berlangsung.

Terus terang, Indonesia secara konsisten dan tegas mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. Dunia harus benar-benar memberikan kepastian bagi terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, serta diakui oleh masyarakat dunia. Juga Palestina merdeka yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel, dan juga dengan negara-negara tetangganya. Konsep "dua negara dalam kawasan yang damai" adalah konsep yang saya pandang dan yakini sebagai konsep yang realistis dan bisa diwujudkan.

Dengan tontonan dan contoh buruk tentang konflik, perang dan kekerasan sebagaimana yang kita saksikan saat ini, atau juga di tahun-tahun sebelumnya, maka anak-anak bangsa mana pun, termasuk anak-anak muda kita, bagai diajarkan ya begitulah kehidupan di dunia yang mesti dijalankan. Padahal, selama hampir sepuluh tahun ini saya mengajak bangsa Indonesia, termasuk umat Islam Indonesia, untuk senantiasa mencintai perdamaian, persaudaraan, toleransi dan kerukunan. Saya juga berjuang dengan gigih untuk memerangi radikalisme, ekstrimisme dan terorisme di bumi Indonesia. Saya juga aktif menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam forum dialog antar agama dan peradabannya baik di Indonesia maupun di berbagai forum internasional. Saya juga memelopori dan memimpin penyelesaian berbagai konflik di Indonesia secara damai dan demokratis, termasuk konflik di Aceh dan Papua, konflik komunal antar dan intra agama, serta konflik kepentingan dengan negara lain termasuk sengketa perbatasan dengan negara-negara tetangga. Saya juga berupaya sekuat tenaga untuk menjaga dan mempertahankan garis Islam Indonesia yang moderat, rukun dan toleran, di tengah pengaruh global yang sering menyebarluaskan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Saya menyadari bahwa semua itu tidak bisa "to be taken for granted", melainkan harus terus kita jaga dan upayakan perwujudannya. Pendek kata saya berupaya sekuat tenaga untuk mengajak bangsa Indonesia agar mencintai perdamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan, serta toleransi dan bisa membangun persahabatan dan kemitraan dengan bangsa lain. ltulah konon katanya nilai-nilai universal yang diajarkan oleh orang-orang bijak di dunia.

Apa yang terjadi di Gaza dan tempat lain di Timur Tengah atau Afrika Utara dewasa ini, dikaitkan dengan misi dan tantangan yang saya hadapi di Indonesia, bisa dibayangkan betapa beratnya saya mengemban tugas-tugas yang mulia itu. Apa yang harus saya katakan kepada ratusan juta rakyat Indonesia? Bagaimana tidak makin muncul kelompok-kelompok yang radikal di negara kami dan bahkan juga di banyak negara, karena mereka merasa kalah dan dipermalukan, sehingga harus memilih dan menempuh jalannya sendiri-sendiri dalam memperjuangkan keadilan yang diyakininya. Saya yakin tantangan berat yang saya hadapi ini juga dihadapi oleh banyak pemimpin lain di dunia, termasuk para pemimpin politik, pemimpin pemerintahan, pemimpin organisasi kemanusiaan dan para pemimpin agama. Saya khawatir, karena keacuhan dan kurangnya tanggung jawab kita semua, maka generasi-generasi yang terlahir saat ini kelak akan menjadi generasi yang keras, penuh dendam dan kebencian. Bisa-bisa pula menjadi generasi yang haus darah dan peperangan. Kalau ini yang terlahir dan terjadi di abad ke-21 ini, maka terciptanya perdamaian dan keamanan internasional yang menjadi semangat dan jiwa Perserikatan Bangsa-Bangsa, hanya akan menjadi sesuatu yang sangat ilusif.

Dengan itu semua, pandangan dan usulan konkrit saya sebagai pemimpin Indonesia adalah agar dalam hitungan hari, kalau perlu hitungan jam, para penentu perdamaian dan keamanan dunia, yaitu Dewan Keamanan PBB, utamanya para pemegang Hak Veto, dan negara-negara kunci di kawasan Timur Tengah, segera duduk bersama dan benar-benar bisa memaksakan dilakukannya gencatan senjata. Semangatnya adalah "peace making". Setelah gencatan senjata dapat diwujudkan, segera diintensifkan bantuan kemanusiaan dan proses politik yang lebih inklusif dan konklusif. Jangan sampai setelah peperangan yang dengan susah payah bisa diakhiri, proses politik itu di lupakan kembali. Jangan mengulangi kesalahan masa lalu. Dengarkan jeritan rakyat Palestina, utamanya yang tinggal di jalur Gaza yang sudah cukup menderita akibat blokade yang diberlakukan selama ini, serta pandangan Fatah dan Hamas yang semoga makin menyatu, realistis dan konstruktif. Dengarkan pula harapan rakyat Israel agar tidak dihantui oleh rasa takut sepanjang masa setelah tetangganya insya Allah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Konflik kedua bangsa itu akan berakhir, menurut hemat saya, jika kemerdekaan Palestina telah benar-benar dicapai dan kemudian Israel tidak merasa terancam olehnya. Tentunya Israel yang semakin memiliki hati dan semangat persahabatan, dan bukan yang selalu bersikap superior karena merasa negaranya jauh lebih kuat. Negara lain juga harus peduli, tergerak dan ikut berkontribusi bagi terwujudnya cita-cita mulia ini. Indonesia menawarkan diri dan selalu siap untuk dilibatkan dalam proses pengakhiran tragedi kemanusiaan yang penting ini.

lnilah saudara-saudaraku bangsa sedunia, peluang sejarah yang terbuka. Jangan kita sia-siakan, agar kita tidak dikutuk dan disalahkan oleh generasi mendatang oleh anak cucu kita.

Selamat ldul Fitri 1435 Hijriyah kepada kaum muslimin di Palestina semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan pertolongan-Nya. Juga salam damai dan persahabatan untuk semua umat beragama dan bangsa-bangsa sedunia.

Jakarta, 29 Juli 2014
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

http://www.islamedia.co/2014/07/perkenalkan-diri-sebagai-seorang-muslim.html
Tag : ,

GALAU ? ENGGAK LAGI TUH | INEU LESTARI

By : Unknown

Tulisann hanya sekedar nulis.. ;;) “Ngeri ,,sedih,,kecewa.dll deh” ,itulah ungkapan salah seorang temen aku yg pada saat itu aku Tanya pendapatnya mengenai kondisi remaja saat ini ,,Hmmm sampe berdiri bulu kuduk kalau ngomongin Remaja Zaman sekarang”ujarnya” apalagi aktivitas mereka yg kadang gak sedikit yang nantinya salah jalan ,kalau kita pikir2 yah kayanya remaja saat ini aktivitasnya udah bisa ketebak yah ,ngga jauh2 dari pacaran ,jalan-jalan ,sama cari hiburan ,nongkrong sana-sini ,ngerumpi dll ,(hehe) waah udah pada kebayang dong ?/  )) .

Hmm padahal kembali ke makna Remaja/pemuda sendiri harusnya kaum muda belia ini mampu menjadi estafet bangsa ,pemegang keemasan suatu Negara ,penggugah Rezim(penguasa)yg bobrok ,pelindung Aset Negeri dan Mutiara2 kebanggaan dunia .karena kehadirannya itulah akan nampak cahaya-cahaya kegemilangan cerminan sebuah Negara yg maju ,,, Namun rasanya Harapan itu perlahan sirna di pelupuk mata L ,ketika kita melihat fenomena saat ini sebuah data mengejutkan datang dari KOMNAS Anak ,melaporkan 97% anak Indonesia pernah menonton Pornografi malalui media Internet ,dan dari 2/2-6 juta kasus aborsi dilakukan oleh Remaja kita usia 15-24 tahun(2009) ,ihh ngerii :C nggak hanya itu sobb 76% korban eksploitasi seks kekerasan seksual usia 15-17 thn .kmudian yg lebih tragis cerita mengenai remaja kita pada tahuN 2008 Voice Of Human Rigths melansir aborsi di Indonesia menembus angka 2,5 juta kasus ,700 ribu diantaranya di lakukan oleh remaja dibawah 20 tahun ,nah Lo..gimana ga ngeri generasi sekarang ,data nya aja begitu mengejutkan kawan2 apalagi sekarang thn 2014 dijamnin ningkat deh ….

Soo Apa Sih Sebab nya ?? kalo ditanya mengenai sebab lumayan cukup banyak frenn tapi ini dia salah satunya ..

1 . Telah hilangnya jati diri Ke’Islam an para remaja kita

.mereka udah ga mau kenal siapa dirinya ,dan siapa Penciptanya ,mereka udah ga mau diatur oleh aturan2 sang pencipta ,liat deh buktinya remaja kita sekarang semuanya serba bebas ,mereka bialang ini gimana gue ,loe ga usah ikut campur ..(bahasa gahol nya gitu sobb hehe :p).padahal SubhanAllah bgt ternyata Allah bukan hanya sebagai Sang Pencipta melainkan juga sang Pengatur kehidupan kita ,nggak percaya??ibaratnya dari mulai bangun tidur ampe tidur lagi islam mengatur semuanya sobb ,dari hubungan dengan manusia ,keluarga ,pergaulan remaja ,ampe system pemerintahan ,Islam mengaturnya keren bangett kan ?? belum tau ?? makanya yukk Ngaji ,hehe 
2. Salah Cari Idola ..

Hmm sebagai Remaja Muslim terkadang qta perlu cermat dan selektif bgt dalam memilih seorang idola ,jangan ampe salah pilih freen apalagi ngidolain artis2 yg ga jelas ..dan bukankah sudah jelas dlm Islam idola sejati kita hanyalah Rasulullah n para sahabat ,,kehidupan dan cerita2 mengenai pribadi beliau perlu kita contoh dalam kehidupan sehari2 bahkan sekalipun kt blm pernah brtemu dgn Rasulullah tapi itu ga jadi penghalang kok utk kita ,soo yuuk kita cintai beliau gak cumin cinta aja ,tapi teladani juga akhlak n pribadinya 
Buatlah Perubahan ,,Kalau Ga Sekarang Kapan Lagii Sobb ..
Banyak Remaja yang kalo ditanya ,”kapan kamu berubah kok gini2 aja sih ,??” jawabnya “nanti aja dehh gue kan masih muda ,masa nya seneng2 coy ,nanti low dah tua baru berubah bener2 ya gak “!! haaa kelaut aja kale ya ,hehe inget frenn waktu terus brgulir ,tanpa sadar kita sudah menyiakan sisa umur kita demi kebaikan lah kalo dah tua n gabisa apa2 nah Lo kerasa loh nyeselnya .namanya penyesalan pasti datang terakhir Naah sobb udah waktunya kita para remaja kembali mengambil peran kita sebagai pelopor kebangkitan Umat ,menjadi agent of change yang mampu memutar balikan kehidupan yg semula gelap gulita menjadi terang benderang ! sebagai generasi muslim sangat layak bagi kita meneladani figur Thariq Bin Ziyad ,Muhammad Al-Fattih .,Mushab Bin Umair dan para sahabat lainnya yg pada usia muda belianya rela berjuang demi meraih kemuliaan dunia dan akhirat ..

Gimana Caranya ????

Gampang aja kok sobb pertama tanamkan niat iklas di dirmu ,inget gada waktu terlambat dalam berubah ,Allah menunggu kita freen,langkah awal luangkan waktu mu untuk menkaji islam lebih dalam ,supaya wawasan islam mu bertambah dan kita faham betul kondisi umat saat ini ,utk segera mencari solusinya .

Kedua tingkatkan kualitas potensi pribadi dirimu ,krna kau lebih tau seperti apa dirimu ,arahkan kpd jalan kebaikan ,karena setiap detik yg kita lalui akan dimintai pertanggung jawaban nya di yaumil Hisab nanti J inilah kunci kehidupan kita sebagai pemuda islam Imam Asy Syafii mengatakan “sesungguhnya kehidupan pemuda itu,demi ALLAH hanya dengan ilmu dan Taqwa (memiliki ilmu dan bertaqwa),karena apabila yang dua hal itutidak ada ,ia tidak dianggap hadir (dalam kehidupan) “
SubhanAllah ,Allahuakbar , Siap Untuk berubah menjadi pribadi yg lebih baik ?? sekarang atau ga sama sekali ?? 


Ineu Lestari
@lestariineu14     

Tag : ,

TIADA DAYA, MAKA BERJAYA | SALIM A. FILLAH

By : Unknown
    


    Maha Suci Dzat yang menjadikan;
    Berhina padaNya sebagai kemuliaan
    Berfaqir padaNya sebagai kekayaan
    Tunduk padaNya sebagai keluhuran
    Dan bersandar padaNya sebagai kecukupan..


Lelaki itu pergi dengan marah.

Mari kita fahami betapa berat tugas dakwahnya di Ninawa, betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. Malam dan siang, pagi dan petang; diajaknya mereka meninggalkan berhala-berhala tak bernyawa dan perbuatan-perbuatan tak bermakna. Didekatinya mereka satu-satu maupun dalam kumpulan, ketika sepi maupun di keramaian.

Tetapi hanya cemooh dan tertawaan, umpatan dan makian, serta penolakan dan pengusiran yang dia dapat. Maka dia, Yunus ibn Mata namanya, pergi dengan marah. Dia tinggalkan negerinya sembari mengancamkan ‘adzab Allah yang sebagaimana terjadi pada kaum-kaum sebelumnya, pasti turun pada kaum pendurhaka. Bukankah demikian nasib kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, dan penduduk negerinya Luth?

Tapi dia pergi karena ketaksabarannya, ketakteguhannya, dan ketaktelatenanannya. Dia pergi sebelum ada perintah Allah untuk menghentikan seruannya. Dia menyerah sebelum tiba waktunya. Maka sebagai hamba yang disayangiNya, Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain, jika dia tak sabar dalam tugas dakwahnya. Cara itu adalah musibah.

Kita tahu ringkasnya, Yunus  yang menumpang sebuah kapal akhirnya dibuang ke samudra setelah 3 kali muncul namanya dalam undian. Kapal itu dalam badai yang bergulung mengerikan, maka ada yang berkeyakinan seseorang harus dipersembahkan pada penguasa lautan. Lagipula, ia terasa kelebihan muatan. Awalnya, sang nakhoda tak tega. Yunus tampak sebagai orang baik. Tapi namanya muncul tiga kali, seakan memang hanya dialah yang dikehendaki.

Ketetapan Allah berlaku baginya. Seekor ikan membuka mulut menyambut tubuhnya yang terjun ke air. Bahkan, menurut sebagian mufassir, ikan yang menelannya dilahap ikan yang lebih besar, lalu dengan perut berisi ia menuju ke dasar lautan. Maka jadilah Yunus berada dalam gelap, dalam gelap, dalam gelap. Kelam berlapis-lapis.

***

Di antara hikmah yang selalu melekat pada setiap musibah adalah pertanyaan, “Apa kesalahanku sehingga cobaan ini menimpa?” Selanjutnya, memang kepekaan hatilah yang menentukan jawab dan tindakan yang akan diambil. Maka berbahagialah yang segera merundukkan diri di hadapan keagungan Allah, serta berlirih-lirih mengadukan kelemahan, kesilapan, dan kehinaan.

“Allah menciptakan manusia”, demikian Dr. ‘Abdul Karim Zaidan dalam Al Mustafaad min Qashashil Quran, “Dengan menggariskan baginya bahwa berbuat keliru dan jatuh dalam kesalahan adalah perkara yang mungkin, bahkan niscaya.” Tapi dengan kasihNya, Allah juga membukakan pintu agar dosa-dosa menjadi jalan kembali dan pelarian suci, tempat bersimpuh dan sandaran berteduh, mahligai yang syahdu bagi bermesra, meminta, dan beroleh karunia.

Maka demikianlah Yunus, ‘Alaihis Salam. Di perut ikan Nun, dalam gelap yang mencekik hingga ke hati, dia menangisi kelemahannya, menekuri hari-harinya, dan mengaku telah berbuat aniaya.

“La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin. Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau. Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.” (QS Al Anbiya’ [21]: 87)

Doa Yunus, betapa sederhana. Tapi indah dan mesra. Akrab dan hormat. Takzim dan syahdu. Demikianlah pada pinta para Nabi di dalam Al Quran, kita menemukan lafazh doa, ruh tauhid, sekaligus keindahan adab. Hari ini, ketika kita disuguhi fahaman antah berantah bahwa doa harus dirinci-rinci, dibayang-bayangkan, dan dijerih-jerihkan; seakan dengan demikian ia lebih cepat dikabulkan, mari berkaca pada doa Yunus.

Tak ada di sana pinta untuk mengeluarkannya dari perut ikan, apalagi desakan agar segera. Tak ada di sana rajuk-rajuk manja, hiba-hiba memelas, apalagi kalimat perintah yang pongah. “Doa Dzun Nun, ‘Alaihis Salam”, demikian menurut ibn Taimiyah, “Adalah di antara seagung-agung doa di dalam Al Quran.” Doa itu mengandung 2 hal saja, merunduk-runduk mengakui keagungan Allah, dan berlirih-lirih mengadukan kelemahan diri.

“Berdoalah menyeru Rabbmu dengan tadharru’ (merendahkan diri) dan khufyah (memelankan suara). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al A’raaf [7]: 55)

Maka doa Yunus, yang tidak rinci, yang tidak dibayang-bayangkan, bahkan tak tergambar apa yang dipintanya, dijawab Allah dengan limpahan karunia yang membawa kejayaan. Dia hanya mengakui ketakberdayaan dan laku aniayanya pada diri sendiri; maka Allah yang Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, mengulurkan pertolonganNya, pembelaanNya, dan bantuanNya.

Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan. Dia bahkan tak perlu payah berenang, karena diantar oleh sang ikan sampai tepian. Dan tempatnya didamparkan bukanlah sembarang daratan. Imam Ibnu Katsir mengetengahkan riwayat dalam tafsirnya dari Ka’b Al Ahbar dan Ibn ‘Abbas, bahwa Yunus dibaringkan di hamparan tanah yang kemudian ditumbuhi suatu tanaman dari jenis labu.

“Kemudian Kami lemparkan Yunus ke daratan kering, sedang dia dalam keadaan sakit. Kemudian untuknya Kami tumbuhkan pohon dari jenis yaqthin.” (QS Ash Shaaffaat [37]: 145-146)

Selazimnya seseorang yang terkurung dalam gelap di kedalaman laut selama waktu yang panjang, maka Yunuspun sakit. “Keadaan beliau seumpama burung yang kehilangan seluruh bulunya”, ujar Ibn Mas’ud menafsir. Adapun menurut Ibn ‘Abbas, “Beliau bagaikan bayi yang baru dilahirkan; ringkih, tak terlindung, rumih, dan rentan.”

“Pohon yaqthin”, demikian masih menurut Ibn ‘Abbas, “Adalah qar’u, dari jenis labu yang tak disukai lalat dan serangga sehingga dia menaungi Yunus hingga terjaga.”

Ketika Yunus siuman, secara naluriah dia menggapai buah yang ada di dekatnya kemudian memakannya. Buah tanaman itu, yang mengandung air, gizi, dan zat-zat bermanfaat, amat mudah dicerna oleh tubuhnya. Khasiatnya menjalari seluruh pembuluh dan sendi, merasuki semua sumsum dan pori, memulihkan tenaga dan kesentausannya. Sakit, payah, dan terganggunya faal badan akibat berpuluh hari di dalam perut ikan dan di dasar lautan, kini pulih sehat dan bertambah afiat.

Nabi Yunuspun bugar kembali, bersemangat, dan berjanji pada Allah untuk nanti teguh, istiqamah, dan tak menyerah dalam berdakwah kepada kaumnya; apapun yang akan terjadi di hadapannya. Tetapi alangkah takjub penuh syukurnya dia. Sebab ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. Jumlah mereka, lebih dari 100.000 orang kiranya.

Betapa berkah doa Yunus. Bukan hanya menjadi karunia keselamatan dirinya, doa itu bahkan menjadi anugrah hidayah bagi begitu banyak manusia dari kaumnya. Dakwah Yunus berjaya, tepat pada saat dia merasa dan mengaku bahwa dirinya berdosa di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Dakwah Yunus berjaya, ketika dia mengakui dirinya aniaya dan hatinya tunduk memuliakan Allah ‘Azza wa Jalla. Dakwah Yunus berjaya, ketika dia merasa tak berdaya.

Di lapis-lapis keberkahan, berjayalah hamba yang merasa tak berdaya tanpaNya. Maka Maha Suci Dzat yang menjadikan berhina padaNya sebagai kemuliaan, berfaqir kepadaNya sebagai kekayaan, tunduk padaNya sebagai keluhuran, dan bersandar padaNya sebagai kecukupan.

***

Kita menjawab panggilan adzan, ketika kita diseru untuk shalat dan dipanggil menuju kejayaan bukan dengan kepercayaan diri menggebu-gebu, bukan juga dengan keyakinan jiwa menderu-deru, bukan pula dengan rasa pasti mampu yang berseru-seru.

“Hayya ‘alash shalaah.. Marilah shalat!”, ajak Muadzin. Jawab kita bukan, “Siap! Bisa! Pasti bisa! Luar Biasa!” “Hayya ‘alal falaah! Mari menuju keberhasilan, kemenangan, dan kejayaan!”, sambung muadzin. Dan jawab kita bukan pula, “Saya! Saya! Saya! Yeaaa!”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, setaqwa-taqwa manusia, setaat-taat hamba, dan sekuat-kuat pengabdi Rabbnya mengajarkan sebuah jawaban yang apa adanya tentang betapa lemahnya kita. Ungkapan paling jujur itu adalah, “La haula wa la quwwata illa billah. Tiada daya untuk menghindar dari keburukan dan tiada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan, selain dengan pertolongan Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Ketika kaki melangkah keluar dari rumah, maka tuntunan doa bagi kita ada dalam hadits shahih dari Anas ibn Malik yang terrekam dalam Sunan Abu Dawud (595) dan Sunan At Tirmidzi (3487). Bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Jika seorang di antara kalian keluar dari rumahnya lalu mengucapkan:  ‘Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallahi La Haula Wa La Quwwata Illa Billah.. Dengan nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan kuasa Allah’; maka pada saat itu akan dikatakan kepadanya, ‘Kamu telah mendapat petunjuk, telah diberi kecukupan, dan mendapat penjagaan’, hingga syaithan-syaithan menjauh darinya. Lalu syaithan yang lainnya berkata kepada syaithan yang ingin menggodanya; ‘Bagaimana kau akan mengoda seorang laki-laki yang telah mendapat petunjuk, kecukupan, dan penjagaan?”

“Dengan asma Allah”, adalah ikrar iman kita. Tak ada tempat bagi nama selainNya, bahkanpun nama kita, dalam berangkat maupun kembali, berjalan maupun berhenti, di kala pulang maupun pergi. Hanya namaNya yang layak diagungkan di setiap tapak dan langkah, berjalan dan berkendara, hatta hingga jatuh dan bangunnya. Semua dalam nama Allah, agar kita menghadapkan wajah padaNya dengan lurus dan berserah diri.

Selanjutnya, kita menginsyafi bahwa hanya Allah-lah sandaran terkuat, terkokoh, terhebat. Bukan diri, ilmu, ataupun hal-hal yang kita daku sebagai milik yang menjadi tempat bergantung. Bukan anak maupun pasangan, bukan kerabat maupun kawan, bukan rekan ataupun atasan. “Aku bertawakkal hanya kepada Allah”, adalah ikrar kepasrahan kita. Bahwa tiap tapak yang terayun serta tiap langkah yang terpijak ini, Allah-lah yang mengatur, mengarahkan, dan menepatkannya.

Dan akhirnya, “Tiada daya untuk menghindar dari maksiat dan keburukan, serta tiada kekuatan untuk menunaikan ketaatan dan meraih kebaikan; melainkan dengan kuasa dan pertolongan Allah.” Inilah kealpaan kita yang mudah tergoda, maka hanya dari Allah pembentengannya. Inilah kerawanan kita yang dalam bahaya, maka hanya dari Allah perlindungannya. Inilah kemalasan kita yang sering tak hendak, maka hanya dari Allah semangat dan kemampuannya. Inilah kelembekan kita yang tak menjangkau, maka hanya dari Allah penggapaiannya.

Demikianlah, di lapis-lapis keberkahan, tiap helaan nafas, tiap detakan jantung, dan tiap denyutan nadi terjalani dengan asma Allah, dengan tawakkal pada Allah, dan dengan pengakuan bahwa tiada daya dan kekuatan kecuali dengan karunia Allah. Sebab kita mengerti, pengakuan atas ketakberdayaan di hadapan Yang Maha Jaya adalah sumber kekuatan yang tak pernah kering, tak pernah habis, dan tak pernah berakhir.

Salim A. Fillah

@salimafillah

(http://salimafillah.com/tiada-daya-maka-berjaya/)
Tag : ,

PILIH KEDONGDONG APA DURIAN? | AYYASY YAHYA

By : Unknown




Sebelumnya, jujur, tulisan ini didedikasikan untuk para manusia yang berjenis kelamin laki-laki, bukan wanita. Tapi.. ngga papalah, wanita boleh membacanya. Semoga bermanfaat. Bisa menjadi perbandingan dan intropeksi kita semua.

Ngomong-ngomong tentang wanita, ini merupakan topik menarik untuk diperbincangi. Kalo dikalangan anak boarding school, ini merupakan senjata pamungkas penghilang rasa ngantuk di kelas. Betul kan? Ayo jujur!J Eittss, sebenarnya ngga hanya di kalangan anak boarding school juga sih, pada umumnya, ini berlaku buat semua anak lelaki.

Aku yakin setiap penciptaan itu ada pasangannya. Ada kanan dan ada kiri. Ada maju ada mundur. Begitu pun dengan kita, ada laki-laki ada juga perempuan. Dua makhluk ini saling membutuhkan. Iya dong, kalo ngga ada perempuan, mana ada laki-laki. Begitu pun sebaliknya. Kalo dalam istilah ekonomi, ini disebut barang primer, yaitu barang yang salng melengkapi, sekaligus ini sudah menjadi sunnatullah. Aku juga jujur, “ciptaan” Allah Swt sungguh indah, ngga ada yang jelek-jelak.

Ehmm.. by the way, sobat muslim pernah mengalami penyakit merah jambu alias perasaan jatuh cinta sama seseorang? Atau sedang mengalaminya? Atau…bahkan pernah mencoba mendekati si “dia”. Kalo yang sudah mengalaminya, itu menjadi beautiful past memory tapi kalo yang sedang mengalami, ciiee lagi PDKT. Hahayyy.. :D

Di sini aku bakal ngebahas selera,  karena Pria.. Punya Selera dan selera itu bernama WANITA.  Kaya iklan di teve-teve geto. Untuk itu ada dua klasifikasi wanita. Mau tau? Lanjutin bacanya ya! J
 
Klasifikasi pertama itu namanya cewe. Tipe ini murni wanita. Tapi dia itu belum ngerti sama yang namanya “aurat”. Dia itu ibarat buah kedongdong. Kalo lagi mau dibeli, buah ini depegang-pegang dulu seenaknya. Enteng. Keliatannya manis. Tapi pas dimakan, asem-asem gitu. Terus, pas dibuka, digigit, dinikmatin, ehhhh… isinya malah bulu-bulu gitu. Bikin orang jadi kegelian gitu. 

Nah itu analoginya, secara spesifik, dia itu belum pake atau bahkan emang ngga pake jilbab. Yang lebih mirisnya lagi ada sebagian mereka yang rela “dinikmati” oleh publik. Maksudnya dia itu jadi bahan tontonan, layaknya artis-artis yang pakaiannya ahay-ahay atau jadi barbie doll, maksudnya pacaran. In other words, mereka jadi bahan penyenang nafsu para lelaki. Kalo klasifikasi ini kaya begitu, bagaimana ia paham akan nilai agama? Bagaimana ia bisa mendidik anak keturunannya dengan pendidikan Islami. Kalo sudah begini, masih mengharap terbangunnya keluarga harmoni nan Islami?

Klasifikasi kedua itu namanya akhwat. Yang ini agak special. *cieee…. . Tipe ini murni wanita juga. Keberadaannya itu ngga sebanyak tipe pertama. Dia itu ibarat durian. Ya, ibarat durian. Tau durian kan? Tau dong. Buah ini kalo dijual sama pedagang ngga sembarang dipegang, dicium, dan boro-boro dilempar-lempar oleh sang pembelinya. Yang ada pembelinya ngga banyak main-main dengan durian karena hati-hati akan durinya. Sang pembeli akan mengatur jarak dangan menunjuk ke arah buah itu untuk memilih. Ketika sudah yakin, barulah sang pembeli membayar dan membawa pulang buah durian itu, closing and take away. Selidik di balik selidik, dari hasil pengamatan aku, penggemar buah durian itu buannyyaakkk buanggeett. Terbukti dari perbandingan harganya. Buah ini lebih mahal ketimbang buah kedongdong. Percaya aja deh! 

Secara spesifik, dia itu selalu menutup auratnya, benar-benar menjaga dirinya, baik dalam ucapannya, kehormatannya dan masih banyak lagi.Ini jenis wanita idaman. Yang jelas jika kamu (ikhwan) yang udah jadi pendampinganya, beban yang berat akan hilang seketika ketika udah ngeliat doi (keterangan ini berdasarkan kesaksian orang yang sudah menikah yang tidak disebutkan namanya)
 
Buat sobat muslim itulah dua klasifikasi wanita secara umum. Nah, kita kan sudah tau. Sekarang tinggal kita mengukur kepantasan kita untuk memilih. Apakah kita mau buah jeruk atau buah durian yang dari segi harga saja durian lebih mahal? Itu terserah ke pribadi masing-masing.

Allah Swt beerfirman dalam surat An Nur ayat 26 yang terjemahannya sebagai berikut:

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”  

Well, kita ngga mesti ngejer-ngejer seorang wanita yang menurut kita itu baik dan pas buat kita. Apalagi ngejernya yang tidak masuk akal (ya tau sedirilah).

 Terus gimana kalo temenan sama lawan jenis. In this case, temenan sih biasa selama itu baik. Perhatikan juga niatnya. We can share anything whatever we have to other or even we discuss something. Karena ilmu itu didapat dari siapa saja. Betul? Mau muda mau tua. Mau kaya mau miskin. Bahkan mau pria maupun wanita. Selama itu baik dan tidak mengarah ke hal yang negative, I think it’s ok. Yang penting niatnya dan.. kita ngga mesti tergesa-gesa  amat untuk mengejarnya. 

Terakhir, sobat muslim mesti hati-hati dengan keindahan wanita. Kelemahan pria itu ada pada matanya. Jadi jangan gampang “tergila-gila” akan wanita. Sebab bisa jadi dia akan memberikan efek negative pada diri kita. Biarlah waktu dan kepantasan akan menjawab semuanya. Lagi pula semuanya kan sudah termaktub di lauhil mahfudz. Sekarang tugas kita adalah belajar dan mempersiapkan kepantasan diri kita. Perbaiki pula selera kita dan apabila semua sudah siap, maka bismillah, ijab qobul pun harus dilaksanakan. Ingat! Harus itu! Kudu!



Ayyasy Yahya
SMAIT As Syifa Boarding School
@AyyasyYahya29
Tag : ,

- Copyright © . - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -