Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan
SURAT UCAPAN SELAMAT HARI KEMERDEKAAN UNTUK BANGSA INDONESIA DARI GAZA
By : Unknown
Hari ini, Ahad 17 Agustus 2014, rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-69. Terkait dengan hal tersebut, salah seorang warga Palestina di Gaza mengirimkan surat ucapan selamat hari kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.
Surat tersebut dirilis dan diterjemahkan oleh Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Sabtu (16/8/2014). Berikut ini surat ucapan selengkapnya yang ditulis oleh Fursan Khalifa warga Gaza, Palestina:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada junjungan kita, Muhammad SAW.
Keluarga dan saudara kami yang mulia dan tercinta di Indonesia, pada peringatan hari kemerdekaan yang telah dibayar dengan nyawa para syuhada, darah dan tahanan para pejuang.
Para pejuang Bangsa Indonesia sudah merasakan sebagaimana yang saat ini dirasakan bangsa Palestina, seperti pembunuhan dan penghancuran atas tanah dan bangsa kami.
Bangsa Indonesia sudah berjuang dan mengusir penjajah Belanda dengan penuh keberanian dan heroisme persis sebagaimana kami saat ini, para pejuang Palestina yang berjuang melawan penjajah zionis Israel.
Pemimpin bangsa Indonesia, Sukarno dan Hatta telah berjuang mengusir penjajah, dan sekarang di Palestina bangsa kami dan para pemimpin kami seperti Abul Abd Haniyah, Muhammad Addayf sedang berjuang untuk mengembalikan hak-hak kami yang direnggut penjajah zionis.
Sungguh penjajah itu sudah melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat luar biasa kepada bangsa Indonesia sebagaimana juga yang saat ini dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa kami di Palestina, terutama di Gaza.
Untuk itu, kita adalah bangsa yang sama-sama telah merasakan hidup sakit di bawah tekanan dan kejahatan penjajah, kami berharap kepada Allah dalam waktu yang dekat, Palestina Merdeka sebagaimana bangsa Indonesia telah merdeka.
Kami melihat dan merasakan sendiri, masyarakat Gaza mencintai bangsa Indonesia, di setiap sudut-sudut kota Gaza ada bantuan- bantuan yang sudah sampai kepada kami dari lembaga-lembaga kemanusiaan yang berasal dari Indonesia.
Dan Gaza pada saat bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya semoga menjadi inspirasi bagi kami untuk membebaskan Al-Quds, Al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan.
Salam CINTA dari saudaramu di Gaza, dan juga salam CINTA dari saudara-saudaramu yang masih mendekam di penjara-penjara zionis di tepi barat.
Salam dari saya,
Fursan Khalifa (Abul Abbas)
Gaza, 16/8/2014
Dalam catatan sejarah, dukungan untuk kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 pertama kali dimulai dari Palestina dan Mesir. Hal tersebut terungkap dalam buku berjudul “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc.
Tag :
DUNIA ISLAM,
TAUSYIAH,
ISIS DAN ANTISIPASI DE-ISLAMISASI
By : Unknown
Menarik membaca tulisan M Taufik NT berjudul “Mengkritisi ‘Khilafah’ ala ISIS” (Banjarmasin Post, 11/8). Diskusi terkait ISIS penting untuk dilanjutkan khususnya terkait konteks ke-Indonesiaan. ISIS atau dikenal sebagai Daulah Islam Irak Dan Syam atau Daulah al Islamiyah Fil Iraq Wa Asy Syam atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Islamic state of Iraq and the Levant (ISIL) kini resmi bernama Islamic State.
ISIS merupakan klaim negara yang dideklarasikan pada tanggal 9 April 2013. Secara de facto ISIS telah menguasai wilayah seluas 400.000 km persegi, yang meliputi wilayah di Irak dan Suriah. Kota Raqqah di Suriah ditetapkan sebagai ibu kota negara.
Negara ini de jure belum diakui negara-negara lain, bahkan dikecam dan ditolak dunia internasional. Dewan Keamanan PBB bahkan menggelar sidang darurat untuk membahas krisis di Irak yang menyebabkan puluhan ribu umat Kristen dan suku minoritas lainya mengungsi akibat tindakan ISIS. PBB mencatat aksi gerilyawan ISIS telah menewaskan 2.400 orang di Irak selama bulan Juni 2014.
ISIS di Indonesia
Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sedunia menjadi sasaran penyebaran ISIS. Beberapa sumber menyebutkan anggota ISIS sendiri berjumlah sekitar 7000 orang dan tersebar di seluruh dunia. Chep Hernawan, Ketua Umum Gerakan Islam Reformis (Garis) Cianjur, bahkan mengaku sebagai pimpinan ISIS regional Indonesia. Dia menyatakan, dengan berbaiat, ribuan warga Indonesia sudah menjadi anggota ISIS. Gerakan ISIS di Indonesia berjanji menekankan dan mengutamakan penegakan syariat Islam dengan tidak melakukan tindakan anarkistis atau kekerasan.
Habib (2014) menjelaskan gerakan ISIS di Indonesia dipelopori oleh Amman Abdurahman, seorang narapidana teroris yang kini ditahan di Nusakambangan. Jumlah jaamaah ISIS diprediksi sekitar 500 orang yang tersebar di Bekasi, Solo, Lombok dan beberapa kota lain. ISIS selanjutnya juga merekrut anggota di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Medan, Aceh, Lampung, Riau, dan Madura (Al-Chaidar, 2014).
ISIS sebagaimana organisasi radikal lainnya melakukan penyebaran melalui sistem bawah tanah. Indonesia Police Watch (2014) menerangkan bahwa ada tiga cara yang dilakukan gerakan ISIS untuk menyebarkan pahamnya di Indonesia. Cara yang pertama melalui masjid, bahkan dimuali dari Tempat Pendidikan Al Quran (TPA). Kedua, dengan cara membangun jaringan komunitas anak-anak muda. Ketiga melalui penguasaan bisnis limbah industri. ISIS masuk dan menguasai bisnis limbah industri di kawasan-kawasan industri dan berusaha menancapkan pengaruh di lokasi-lokasi hiburan serta kawasan bisnis lainnya.
Antisipasi Proporsional
Perkembangan ISIS di Indonesia patut di waspadai dan diantisipasi, tetapi secara proporsional. Apresiasi layak diberikan kepada pemerintah, MUI, Ormas, dan komponen lainnya yang sigap memperhatikan dinamika ini. Respon ini bahkan tergolong sangat cepat dibandingkan fenomena lainnya.
Presiden langsung menggelar rapat kabinet membahas khusus tentang ISIS. MUI juga segera membahas bersama ormas Islam. Forum Ukhwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama beberapa pimpinan ormas Islam tingkat pusat memberikan pernyataan sikap penolakan dan antisipasi terkait aktivitas ISIS di Indonesia. ISIS dinilai i sangat potensial memecah belah persatuan umat Islam, menggoyahkan NKRI berdasarkan Pancasila, serta tidak mengedepankan watak Islam yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi alam semesta).
Kewaspadaan terhadap ISIS mesti disadari umat Islam dan semua pihak. Antisipasi membendung penyebarannya juga penting dilakukan secara sistemik. Namun demikian setiap penyikapan mesti dilakukan secara bijak dan tidak justru kontra produktif bagi dinamika Islam sendiri. Satu hal yang mesti diantisipasi adalah mencegah terjadinya deislamisasi atau penghilangan harkat Islam secara masif dan tidak disadari umat Islam. Beberapa prinsip penting diperhatikan banyak pihak.
Pertama, membendung penyebaran dengan tidak melakukan generalisasi. Pergerakan dan penyebaran ISIS menggunakan jalur inti dari pusat aktivitas umat Islam, seperti masjid, TPA, pengajian, dan lainnya. Hal ini bukan kemudian bisa dijawab dengan mengatur dan memperketat aktivitas di tempat-tempat tersebut. Kondisi demikian justru akan menjadi deislamisasi yang merugikan perkembangan bangsa. Penyikapan mesti secara kasuistik berdasarkan data akurat.
Kedua, melakukan penguatan aspek spiritual umat Islam. Pemahaman Islam secara komprehensif penting diberikan. Sektor-sektor formal dapar mewadahinya melalui beberapa mekanisme, seperti pendampingan atau tutorial agama di sekolah dan perguruan tinggi, pengajian rutin di kantor-kantor, dan lainnya. Hal ini penting guna mempersempit ruang gerak ISIS dalam mencari sasarannya.
Ketiga, penanganan dini harus segera dilakukan pemerintah sebelum perkembangan ISIS melebar. Badan Intelejen Negara (BIN) mesti memasok data-data akurat untuk dasar penanganan. Jumlah dan sebaran yang masih sedikit dapat didayagunakan untuk memangkas sampai akar-akarnya. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai stakeholder utama penting bertindak secara cepat dan akurat. BNPT penting belajar untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan sebelumnya meskipun kecil. Seperti salah tangkap, mengutamakan pembunuhan daripada penangkapan, dan lainnya.
Penyikapan terhadap ISIS sebaiknya tidak terlalu menguras perhatian dan sumber daya bangsa ini. Penanganan cepat, akurat, dan antisipasi proporsional dibutuhkan. BIN dan BNPTmenjadi pertaruhan kepercayaan publik. Jika tidak kunjung selesai, maka jangan salahkan publik yang akan berbalik meragukan dan menaruh kecurigaan. Sebagian publik dapat menilai bahwa ISIS menjadi produk rekayasa intelejen guna proyek deislamisasi dan proyek persenjataan atas nama penumpasan terorisme.(*)
*Dimuat di BANJARMASIN POST Kolom Aspirasi Edisi 12 Agustus 2014
Dan diposting di http://lupy-indonesia.blogspot.com/2014/08/isis-dan-antisipasi-de-islamisasi.html
Tag :
DUNIA ISLAM,
THIS IS GAZA, NOT HOLLYWOOD
By : Unknown
Wawancara dengan salah satu pejuang Al-Qassam
Prolog: wawancara ini berlangsung antara Dr. Faez Abu Shammaleh dengan Mahmud, salah satu pejuang Izzudin Al-Qassam (sayap militer Hamas) yang berhasil keluar dari terowongan, setelah 20 hari lebih ia bersama 23 pejuang Al-Qassam "terkubur" di dalam terowongan tersebut.
Kepada mereka yang masih ragu-ragu dan mengatakan: pejuang Palestina kalah…. Kepada mereka yang kehilangan kepercayaannya kepada diri dan qiyadahnya, yang mengatakan: ini hanyalah bualan film Bollywood (filmIndia), yang ceritanya diambil dari kisah film Hollywood….
Kepada mereka semua, kami sampaikan: memang, ini hanya terjadi di Gaza saja… setelah 20 hari tertanam di dalam tanah. Akhirnya, Mahmud, bisa keluar dari terowongan dengan selamat… Berikut petikan wawancara selengkapnya:
T: Apa gelar sarjana Anda?
J: Bachelor (sarjana)
T: Berapa lama Anda tertahan di dalam tanah (terowongan)?
J: 20 hari, tidak kurang tidak lebih
T: Berapa jumlah orang yang keluar dari terowongan dengan selamat?
J: 24 orang
T: Apa yang terjadi kepada Anda dan teman-teman Anda?
J: Pesawat-pesawat tempur Israel menembaki pintu-pintu terowongan. Ada beberapa pintu terowongan, kami yang menutup sendiri karena pihak Zionis Israel memasukan gas beracun ke dalam terowongan.
T: Bagaimana Anda dan teman-teman menghabiskan waktunya di dalam terowongan yang gelap gulita?
J: Kami sholat, bersenandung, bernasyid, bercengkrama satu dengan yang lainnya. Kami tidak pernah putus asa hingga detik-detik terakhir….
T: Apa yang Anda makan dan teman-teman Anda?
J: Sebelumnya kami membawa korma, karena terbatas, masing-masing kita mendapatkan bagian separuh dari satu butir korma, setiap harinya.
T: Lalu apa yang Anda minum?
J: Di beberapa dinding terowongan, ada genangan air. Bahkan di akhir-akhir, air itu bertambah, bahkan kami khawatir kami akan tenggelam dengan banyaknya air tersebut.
T: Berapa jarak antara posisi Anda dengan muka bumi?
J: Sekitar 25 meter
T: Bagaimana Anda bisa mendekat dengan genangan air tersebut, kemudian Anda meminumnya sementara tidak ada penerangan sama sekali, gelap gulita?
J: Kami punya alat-alat penerang yang kami gunakan saat darurat saja. Kami khawatir batereinya habis di detik-detik terakhir. Biasanya, salah satu dari kami mengumpulkan air sebanyak 40 liter setiap harinya.
T: Apakah Anda bisa berkomunikasi dengan luar?
J: Komunikasi benar-benar putus sama sekali, kami tidak tahu apa yang terjadi di sekitar kami.
T: Apakah Anda dan teman-teman juga tahu, hari ini, hari apa, jam berapa dan tanggal berapa?
J: Kami menghitung hari sesuai dengan hari-hari Ramadhan. Oleh karena itu, kami berpuasa selama 30 hari. Ketika hari raya, hari Senin, kami merayakannya di hari Selasa. Kami tahu malam dan siang, melalui jam
tangan yang kami pakai.
T: Apakah Anda sempat kehilangan harapan untuk selamat?
J: Kami tetap optimis untuk selamat, tidak hilang harapan. Kami sholat berjamaah, berdoa kepada Allah secara bersama-sama. Kami sempat berupaya menggali agar bisa keluar. Akhirnya ada di antara kami gugur syahid saat penggalian tersebut. Bersamaan dengan waktu yang berjalan, tubuh-tubuh kami pun mulai melemah. Sehingga kami tidak mampu lagi untuk menggali.
T: Setelah itu, masihkah Anda dan teman-teman Anda punya harapan hidup?
J: Awalnya, harapan untuk selamat itu besar sekali. Kami memperkirakan gencatan senjata terjadi pada hari raya. Namun sehari setelah hari raya, gencatan senjata itu juga belum terjadi, harapan untuk selamat mulai rendah dan tubuh kami mulai melemah.
T: Terkait cuaca atau suhu di dalam terowongan seperti apa?
J: Terkadang berhembus kepada kami, angin yang segar dan membugarkan kami. Tapi kami tidak tahu, dari mana angin tersebut datang.
T: Apakah di antara teman-teman Anda, sempat terjanggit sakit saat di dalam terowongan?
J: Iya ada, tapi obatnya dengan baca Al-Qur’an dan membasuh wajahnya dengan air.
T: Apakah Anda dan teman-teman Anda, sempat mengalami depresi dan kehilangan harapan?
J: Kami manusia biasa, malam-malam bagi kami sangat berat. Kami jarang tidur. Kami juga mengalami depresi kehilangan harapan untuk hidup. Namun di pagi hari, kami kembali bercengkrama kembali dengan teman-teman berbicara tentang mimpi-mimpi kami. Tentang keselamatan yang akan datang kepada kami.
T: Bisa dijelaskan kepada kami, seberapa besar kegembiraan Anda semua saat Anda ditemukan dalam keadaan sehat dan hidup?
J: Kami mendengar suara alat yang menggali di sekitar kami. Awalnya kami sempat ragu, kamipun kembali masuk ke dalam terowongan. Tapi di antara kami, ada yang mendekat ke sumber suara galian untuk mencari berita. Setelah dua jam kami menunggu, kami kemudian mendengar suara: Allah Akbar, wa lillahil hamd…
Kamipun kemudian bertakbir gembira, kami tahu kami sudah selamat. Terowongan pun dipenuhi dengan suara takbir menggema…. Allah Akbar….Allah Akbar….Allah Akbar….
*sumber: https://www.facebook.com/mhmd.alqwqa.5
(pengirim: oma yuma)
Tag :
DUNIA ISLAM,